Esa Poker - Tanpa disadari, gatal merupakan kondisi yang sangat sepele namun bisa sangat mengganggu. Apalagi jika sensasi tersebut muncul di area sensitif seperti selangkangan. Saya ingin menggaruk dengan puas, tetapi itu tidak mungkin ketika saya berada di tempat umum.
Gatal di selangkangan sebenarnya biasa dialami semua orang, baik pria maupun wanita. Namun, untuk kedua jenis kelamin, penyebabnya bisa berbeda-beda. Untuk kali ini, kita akan membahas masalah yang biasa dialami oleh wanita.
Jadi, apakah kamu mengalami masalah ini sekarang? Jika iya, mari berhenti menggaruk sejenak dan coba cari tahu kemungkinan penyebabnya di bawah ini!
1. Kamu baru saja bercukur
Jika area genital terasa gatal, coba ingat-ingat, apakah kamu baru saja mencukur bulu kemaluan? Jika iya, mungkin itu penyebabnya.
Dilansir Healthline, masalah ini terjadi karena pisau cukur hanya mampu memotong rambut di permukaan, bukan sampai ke akarnya. Pada saat yang sama, mencukur dapat menarik atau mengubah arah folikel rambut hingga menjadi iritasi. Inilah yang menyebabkan gatal.
Kondisi ini diperparah jika kamu menggunakan pisau cukur yang tidak tajam dan saat kamu mencukur pada kulit yang kering. Tidak hanya gatal, area tempat tumbuhnya rambut juga akan menjadi merah, menyembul, dan terasa panas.
2. Paparan bahan yang mengiritasi
Kemungkinan penyebab kedua daerah selangkangan yang gatal adalah bahan iritan atau zat penyebab iritasi. Kondisi ini juga dikenal sebagai dermatitis kontak. Berikut ini adalah contoh bahan iritan yang sering menimbulkan rasa gatal:
Sabun mandi;
Semprotan cairan untuk area kewanitaan;
Cairan douching;
Krim;
Deterjen dan pelembut kain.
Itulah mengapa penggunaan bahan kimia untuk area kewanitaan tidak dianjurkan. Jangan termakan oleh omongan publik yang menyuruh kamu menggunakan sabun, parfum, dan pewangi untuk vagina. Selain menyebabkan gatal dan iritasi, bahan kimia ini berbahaya bagi keseimbangan pH.
3. Masalah kulit
Ada berbagai masalah kulit yang bisa menyerang area selangkangan wanita. Umumnya kondisi ini terjadi ketika kita tidak menjaga kebersihan, kelembaban, atau karena faktor lain yang tidak terduga. Berikut adalah dua masalah kulit umum "di bawah sana":
Eksim: ruam gatal, merah, panas yang biasanya disebabkan oleh alergi;
Psoriasis: suatu kondisi yang menyebabkan kulit bersisik, merah, dan gatal. Biasanya disebabkan oleh autoimun.
4. Infeksi vagina karena bakteri dan jamur
Sebagai daerah yang selalu tertutup, vagina sering diserang oleh mikroorganisme seperti jamur dan bakteri. Meski tidak selalu menjadi masalah, kondisi ini bisa menyebabkan rasa gatal. Berikut penjelasannya:
Vaginosis bakterial: suatu kondisi yang terjadi karena ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di dalam vagina. Seringkali ini menyebabkan gejala seperti gatal, bau tidak sedap, dan keputihan berwarna putih atau abu-abu.
Infeksi ragi: disebabkan karena pertumbuhan ragi yang tidak terkendali di daerah vagina. Biasanya menimbulkan gejala berupa gatal-gatal, rasa terbakar, dan keluarnya cairan yang sangat kental.
Kedua masalah ini sangat sering dialami oleh wanita dan tidak tergolong berbahaya. Namun, kamu tetap harus memeriksakan diri ke dokter jika kondisinya tidak membaik.
5. Infeksi kutu
Jika kamu mengira kutu hanya bisa hinggap di rambut kepala, kamu salah besar. Padahal, hewan kecil ini juga bisa menyerang rambut kemaluan atau pubic hair. Dilansir Healthline, gejala infeksi kutu di area selangkangan bisa menimbulkan beberapa gejala, di antaranya:
Benjolan merah kecil muncul yang tampaknya membentuk jalur tertentu;
Rasa gatal yang luar biasa terutama di malam hari;
Gatal biasanya terasa di daerah selangkangan, mulai dari vulva hingga bokong.
Lebih buruk lagi, kondisi ini sangat menular. Kamu bisa mendapatkannya saat berhubungan seks dengan orang yang membawanya, tidur di tempat kutu, meminjam pakaian orang lain.
6. Perubahan hormonal dan menopause
Mengutip laporan Women's Health, fluktuasi hormon yang terjadi selama siklus menstruasi bisa membuat jaringan vagina lebih kering dari biasanya. Inilah yang akhirnya menimbulkan gejala gatal.
Tak hanya itu, perubahan hormonal yang terjadi saat wanita menopause juga memiliki efek serupa. Hal ini terjadi karena penurunan estrogen menyebabkan atrofi vagina, yaitu penipisan jaringan mukosa. Akibatnya, area tersebut menjadi kering dan gatal.
7. Penyakit menular seksual
Area selangkangan yang gatal sebagian besar disebabkan oleh kondisi sepele. Namun, terkadang itu bisa menjadi tanda awal dari masalah yang lebih serius, seperti penyakit menular seksual. Dari situ muncul gejala lain seperti rasa terbakar, nyeri saat buang air kecil, keluarnya cairan dengan keputihan yang berbau tidak sedap, dan sebagainya.
Berikut ini adalah sejumlah penyakit menular seksual yang sering ditandai dengan rasa gatal:
Kutil kelamin;
Herpes;
Klamidia;
Gonorea;
Trikomoniasis.
Jika kamu mengalami gatal-gatal di area selangkangan, sebaiknya coba cari tahu apa penyebabnya. Ketahui juga jika ada gejala lain yang menyertainya. Jika gatalnya sangat parah hingga menjadi tak tertahankan, kamu harus segera menemui dokter.





0 Comments